4th June 2014 Cat: Psikologi with No Comments »

Akhir-akhir ini masyarakat digemparkan dengan beberapa kasus pedopilia/pedofilia yang terjadi di tanah air di beberapa tempat yang berbeda dalam selang waktu yang tidak terlalu lama. Kasus pertama yang mencuat adalah dengan terkuaknya praktek pedofilia di Jakarta International School (JIS). Banyak orang terhenyak dan tidak menyangka bahwa di tempat yang mereka anggap aman ternyata telah terjadi kejadian yang membuat semua orang tua mengurut dada.

di sekolah yang elit, penjagaan yang ekstra ketat plus biaya yang wah yang membuat tidak semua orang bisa menyekolahkan anaknya disana, hanya orang-orang yang kelebihan uang saja yang mampu meneklahkan anaknya di sekolah yang guru-guru nya banyak berasal dari luar negeri ini  Ternyata terjadi praktek pedopilia.

Masa sih? hanya kata itu yang mampu diucapkan. Kebanyak orang merasa tidak percaya bahwa di sekolah yang serba wah itu terjadi praktek kotor, keji dan tidak bermoral. Orang-orang seakan tidak percaya karena JIS adalah sekolah standar internasional, bukan hanya biaya nya mahal, guru-guru nya bule, gedung nya mewah dan seabrek kehebatan lainnya yang menempel di sekolah tersebut. Tentunya orang juga menyangka bahwa sekolah yang heba itu juga menrapkan standar keamanan yang tinggi.

Tapi buktinya berbeda dengan psangkaan kebanyakan orang. Sekolah hebat itu demikian rapuh dan tidak berdaya menjaga anak-anak yang polos dari terkaman para pemangsa anak-anak, sekolah itu tidak mampu melindungi keceriaan anak dari orang-orang sakit dan memiliki kelainan. Dan mereka, anak-anak yang disekolahkan di JIS dengan sehudang harapan dari orang tuanya ternyata menjadi mangsa kebringasan nafsu liar dan primitif. Mereka menjadi korban kebiadaban penderita pedofilia.

Lalu apa sebenarnya pedofilia itu? Kalau berdasarkan arti kata, pedopilia artinya cinta anak. Lalu apa salah nya seseorang yang cinta anak, kenapa dianggap menyimpang dan merusak masa depan anak. Oke, kalau kita mengartikan secara perkata memang demikian. Kata pedofilia sendiri berasal dari dua kata: pedo (paedo) yang artinya anak-anak dan filia (philia) artinya cinta atau suka.

Definisi pedofilia memiliki makna khusus dan mengacu kepada satu bentuk gangguan jiwa, yaitu bentuk penyimpangan perilaku dan orientasi seksual seseorang. Penderita pedofilia memiliki hasrat seksual kepada anak-anak yang belum baligh, biasanya di bawah 13 tahun dan hasrat itu sangat ingin dilampiaskan. Kalau orang normal hasrat seksual nya adalah kepada orang dewasa dengan jenis kelamin yang berbeda dengan dirinya, sedangkan seorang penderita pedofilia hasrat seksual itu kepada anak-anak baik anak laki-laki maupun perempuan.

Penderita pedofilia akan sangat terangsang jika melihat anak-anak dan akan berusaha melampiaskan hasratnya seksualnya kepada anak-anak yang dia sukai. Dia akan melakuakn apapun supaya hasrat seksualnya terpenuhi, baik dengan cara halus, sopan, dan lemah lembut sampai dengan cara kekerasan melalui pemaksaan.

Bagaimana dengan yang terjadi di JIS? Entahlah. yang jelas dengan terungkapnya praktek pedofilia di lingkungan JIS menunjukkan bahwa sekolah yang selama ini kita anggap hebat ternyata sangat rentan dan lemah dan melindungi anak-anak dari terkaman penderita pedofilia.

 


Related Post :