13th August 2014 Cat: Psikologi with Comments Off on Apakah Gangguan Bipolar itu?

Gangguan Bipolar

Apakah Gangguan Bipolar itu? Istilah gangguan bipolar kembali muncul ke permukaan dan menjadi topik yang ramai dibicarakan di media – media mainstream baik cetak maupun elektronik seiring dengan pemberitaan tentang masalah yang membelit Marshanda. Bahkan istilah ini menjadi tren pencarian tertinggi di mesin pencari google indonesia (google.co.id) di bulan Agustus 2014.

Kemunculan istilah tsb sebenarnya bukan kali ini saja, sebelumnya istilah gangguan bipolar juga pernah muncul ke permukaan ketika jagat tanah air dihebohkan dengan kasus narkoba yang melibatkan Raka Widiatama anak angkat pjs gubernur Banten yang juga seorang aktor senior Rano Karno. Saat itu dipersidangan terungkap bahwa Raka Widiatama adalah penderita gangguan bipolar.

Blow up media tentang kasus perceraian Marshanda kemudian fenomena lepas jilbab Marshanda dan konflik dengan orang tuanya sampai pada akhirnya kemudian muncul pernyataan yang mengaitkan “perilaku labil” Marshanda dengan ganggusn bipolar. Hal ini makin membuat masyarakat ingin tahu dan penasaran, apa sebenarnya istilah gangguan bipolar itu.

Gangguan Bipolar atau dalam bahasa inggris disebut bipolar disorder adalah gangguan mood dan emosi yang ditandai dengan perubahan mood yang cepat dari suasana riang atau senang ke suasana sedih dan depresif. Disebut gangguan bipolar karena penderitaan akan mengalami perubahan mood yang begitu cepat dari semula mood nya positif, senang, riang, gembira berubah drastis ke mood yang sangat buruk, sedih, tertekan, depresif. Mood positif seperti senang, riang, gembira merupakan lawan dari mood negatif seperti sedih, tertekan, depresif. jadi kalau dianalogikan, mood positif dan negatif it useperti dua kutub yang saling besersebereangan,dua polar yang antagonis. Itulah sebabnya kenapa penderita yang mengalami perubhan amood yang ekstrim disebut gangguan bipolar, karena mengalami perubahan mood dari positif ke negatif begitu cepat, demikian sebaliknya.

Sebelumnya gangguan bipolar disebut dengan istilah manic depressive symptom. Disebut demikian karena penderita pada satu waktu akan merasakan kegembiraan yang luar biasa namun pada saat yang tidak berselang lama, perasaan senang, riang dan gembira itu tiba – tiba berubah drastis menjadi perasaan derpresi, sedih, tertekan, sampai -sampai punya keinginan untuk bunuh diri.

Tanda-tanda Penderita Gangguan Bipolar

Penderita bipolar akan menujukkan dua kelompok/polar tanda-tanda perilaku, kelompok perilaku manic dan kelompok peilaku depresif. Saat suasananya senang, penderita akan mnunjukkan perilaku:

  1. Gembira berlebihan
  2. Mudah tersinggung sehingga mudah marah
  3. Merasa dirinya sangat penting
  4. Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain
  5. Penuh ide dan semangat baru
  6. Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya
  7. Seperti mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengar
  8. Nafsu seksual meningkat
  9. Menyusun rencana yang tidak masuk akal
  10. Sangat aktif dan bergerak sangat cepat
  11. Berbicara sangat cepat sehingga sukar dimengerti apa yang dibicarakan
  12. Menghamburkan uang
  13. Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba, namun cenderung membahayakan
  14. Merasa sangat mengenal orang lain
  15. Mudah melempar kritik terhadap orang lain
  16. Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari
  17. Sulit tidur
  18. Merasa sangat bersemangat, seakan-akan 1 hari tidak cukup 24 jam

Sedangkan ketika gejala depresif nya muncul, maka tanda-tanda perilaku yang ditampilkan adalah sebaga berikut:

  1. Suasana hati yang murung dan perasaan sedih yang berkepanjangan
  2. Sering menangis atau ingin menangis tanpa alasan yang jelas
  3. Kehilangan minat untuk melakukan sesuatu
  4. Tidak mampu merasakan kegembiraan
  5. Mudah letih, tak bergairah, tak bertenaga
  6. Sulit konsentrasi
  7. Merasa tak berguna dan putus asa
  8. Merasa bersalah dan berdosa
  9. Rendah diri dan kurang percaya diri
  10. Beranggapan masa depan suram dan pesimistis
  11. Berpikir untuk bunuh diri
  12. Hilang nafsu makan atau makan berlebihan
  13. Penurunan berat badan atau penambahan berat badan
  14. Sulit tidur, bangun tidur lebih awal, atau tidur berlebihan
  15. Mual sehingga berbicara pun susah karena menahan rasa mual, mulut kering, Susah BAB, dan terkadang diare
  16. Kehilangan gairah seksual
  17. Menghindari komunikasi dengan orang lain

Penyebab Gangguan Bipolar

Bipolar disebabkan oleh beberapa faktor:

Genetik. Orang tua yang mengidap bipolar memiliki peluang menurunkan gangguan tsb ke anak-anaknya. Jika salah satu orang tuanya mengidap bipolar maka peluang diturnkan ke anaknya sebsar 15%-30%, jika kedua orang tuanya mengidap bipolar maka peluang anaknya menjadi bipolar adlah sebesar 50-75%.
Fisiologis. Gangguan bipolar mnucul disebabkan karena faktor-faktor fisiologis, seperti adanya gangguan sistem neurochemistry, yaitu terjadi ketidakseimbangan cairan kimia di otak dan gangguan sistem neuroendokrin, berupa ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh penderita
Lingkungan. Lingkungan memgang peranan penting terjadinya gangguan bipolar, pola asu hyang salah, lingkungan yang menekan dan kondisi keluarga yang tidak membuat nyaman secara psikologis bisa menjadi pemicu munculnya gangguan bipolar. Berikut ini adalah faktor lingkungan yang dapat memicu terjadinya gangguan bipolar antara lain:

  1. Stress – Kejadian – kejadian atau pengalaman hidup yang menekan, situasi yang penuh tekanan menjadi salah sat upemicu munculny agangguan bipolar
  2. Penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Walaupun penyalahgunaan obat tidak menjadi penyebab langsung namun perilaku negatif tsb bisa memperbesar peluang munculnya gangguan bipolar.
  3. Obat-obatan antidepresan, bisa memicu mania karena sifat obat antidepresan adalah membuat ppasien merasa riang dan gembira. Jika seseorang memiliki riwayat bipolar atau memiliki kecenderuungan bipolar penggunaan obat-obatan tsb malah akan membuat munculnya pase manic
  4. Perubahan Musim. Gangguan bipolar juga kemunculan nya bisa dipengaruhi oleh musim/iklim. Jika kondisi lingkungan sedang musim panas maka yang keluar adalah fase manic, sedangkan fase depresi nya akan terpancing keluar pada musim dingin.
  5. Kurang Tidur bisa menjadi trigger munculnya fase manic

Saran bacaan lebih lanjut: gangguan bipolar


Related Post :